Asal-Usul Larangan Pernikahan Jawa-Sunda dan Dampak Sosialnya
DOI:
https://doi.org/10.15642/Javano.2026.4.1.18-34Keywords:
Bubat War, , Marriage Myths, Javanese-Sundanese, Intercultural CommunicationAbstract
This study aims to examine in depth the myth of the prohibition of marriage between Javanese and Sundanese people, which remains alive in some people's memories. This myth is generally associated with the historical tragedy of the Bubat War that occurred in 1357 CE, a political event that later developed into a prolonged cultural trauma. Through a qualitative literature study approach and descriptive analysis of 20 relevant academic sources, this study found that this prohibition has no valid legal basis, either in the Indonesian Marriage Law or in Islamic law. From a fiqh perspective, this myth is categorized as 'urf fasid' because it contradicts the principle of the permissibility of inter-ethnic marriage. Nevertheless, this prohibition still has socio-psychological implications for Javanese-Sundanese couples, particularly in the form of pressures of cultural adaptation, challenges of intercultural communication, and conflicts with the entire extended family. In today's modern society, this myth shows a tendency to be deconstructed, along with the strengthening of rationality, pluralistic values, and the view that household harmony is determined more by the quality of communication and commitment of couples than by past historical fears.
References
Afnan, D. (2022). Mitos Larangan Menikah Antara Orang Jawa Dengan Orang Sunda Dalam Perspektif Masyarakat Modern. Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 2(1), 157–176.
Aini, U. M. (2024). Pandangan Terhadap Pernikahan Beda Suku Dalam Masyarakat. Jurnal Perspektif Sosiologi Indonesia, 1, 152–173.
Ambarwati, A., & Faizal, F. K. (2022). Mitologi Dalam Perkawinan Adat Suku Jawa Dengan Suku Sunda. Jurnal Litigasi Amsir, 9(1), 117–121.
Andriyana, M. F., & Masrokhim. (2024). Pandangan Masyarakat Terhadap Tradisi Larangan Pernikahan Antara Orang Sunda Dengan Jawa. Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, 5(2), 249–261.
Aprilianto, R. (2022). Dampak Pernikahan Berbeda Suku Terhadap Keharmonisan Dalam Rumah Tangga Di Desa Bamban Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri.
Azizah, N. W. N., & Abdullah, M. N. A. (2024). Pernikahan Campuran Sunda-Jawa : Antara Tradisi Dan Mitos Dalam Perpektif Masyarakat Modern. Journal Literasi Sains, 3(2), 108–114. Https://Doi.Org/10.55123/Sabana.V3i2.3316
Azmi, S. (2020). Bubat: Sisi Gelap Hubungan Kerajaan Majapahit Hindu Dengan Kerajan Sunda. Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 16–36.
Baehaqi, M. I. (2020). Tradisi Larangan Perkawinan Antar Suku Jawa Dan Sunda Perspektif ’Urf.
Cahyadi, L. J. (2024). Mitos Larangan Menikah Orang Jawa Dan Orang Sunda Akibat Peristiwa Sejarah Perang Bubat Perpektif ’Urf.
Djati, M. D., & Darmawanti, I. (2024). Penyesuaian Diri Pada Perempuan Yang Menikah Beda Suku. International Journal Of Educational Resource, 5(1).
Faizal, F. K. (2021). Perkawinan Yang Tidak Diperbolehkan Antara Suku Jawa Dengan Suku Sunda.
Lestari, C. M. (2025). Larangan Perkawinan Beda Suku Antara Suku Sunda Dengan Suku Jawa Dalam Perpektif Hukum Islam.
M, A. B., Widiyanarti, T., J, A. D., Irziyan, F., Sabrina, K., & R, S. M. (2024). Implikasi Komunikasi Antar Budaya Pernikahan Pasangan Etnis Batak Dan Etnis Jawa. Jurnal Ilmu Sosial, 5(3).
Manalu, E. (2025). Makna Lirik Sawer Sunda ( Sawer Penganten ) Rajah Sawer Penganten Pada Acara Pernikahan Adat Suku Sunda. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik Dan Pendidikan Musik, 5(2), 95–100.
Nopriyanti, Nurwahidin, M., & Sudjarwo. (2022). Larangan Tradisi Perkawinan Adat Jawa : Jilu (Siji Jejer Telu). Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 2(1), 21–34.
Permadi, D. P., & Yantari, H. F. (2023). Nilai Aksiologis Pernikahan Jilu Pada Masyarakat Jawa. Jurnal Dialog Kemenag, 46(46), 229–242.
Rahmadiani, A. P., Hasuna, A. N., Hilya, M. Z. N., Rahmani, S. P., Komariah, Siti, & Supriyono. (2024). Prohibition Of Marriage Between Sundanese And Javanese Tribes. Jurnal Pendidikan Mandala, 9(4), 1316–1320.
Ramli. (2021). Etnomatematika Pada Kebiasaan Orang Sunda Dalam Menentukan Tanggal Pernikahan Dan Kecocokan Pasangan Pengantin. 4(2).
Sondarika, W., Ratih, D., & Herdianto, H. (2024). Dampak Perang Bubat Terhadap Identitas Dan Kebudayaan Masyarakat Sunda. Jurnal Artefak, 11(September), 215–228.
Uyun, N. (2023). Membaca Mitos Dan Tradisi Dalam Konflik Perkawinan Beda Etnis. 11(1), 23–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ajeng Ayu Ramadani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
