Problematika Mistisisme Jawa dan Praktik Supranatural dalam Pembuktian Delik Spiritual

Authors

  • Pardianto Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • Putu Lantika Oka Permadhi Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Wayan Eka Artajaya Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Wayan Wahyu Wira Udytama Universitas Mahasaraswati Denpasar
  • I Made Sudirga Universitas Mahasaraswati Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.15642/Javano.2026.4.2.64-79

Keywords:

Legal Evidence, Supernatural Offense, Socio-Legal Studies, East Java

Abstract

The implementation of Article 252 of Law No. 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code (KUHP) criminalizes individuals who claim to possess supernatural powers that can cause illness, death, or mental or physical suffering. This study examines the evidentiary challenges faced by law enforcement officials in East Java in prosecuting such spiritual offenses within a society still deeply influenced by Javanese mysticism. Using a socio-legal approach, this research analyzes the normative construction of Article 252 as a formal offense, the evidentiary framework under the Criminal Procedure Code, and the sociological realities of East Javanese society. The findings reveal that while the formal offense construction strategically avoids the metaphysical causality problem, evidentiary challenges remain multidimensional: absence of direct witnesses, inability of forensic science to prove supernatural causality, potential for multiple interpretations of the phrase "supernatural powers" that may violate the lex certa principle, and risks of compromised presumption of innocence due to social pressure and judicial bias. This study recommends strengthening operational definitions in the article's elucidation, establishing special evidentiary guidelines by the Supreme Court, and ensuring fair trial commitments from all law enforcement officials.

References

Akbar, A. (2022). Kebenaran materiil dalam pembuktian perkara pidana. Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, 3(1), 15-28.

Akbar, Z., Renggong, R., & Zubaidah, S. (2025). Pertanggungjawaban pidana pada tindak penipuan bermotif kelulusan anggota POLRI: Putusan No. 252/Pid.b/2024/PN Mks. Clavia, 23(3), 618-626.

Ariyadi, S. (2021). Konstruksi sosiologis kepercayaan supranatural masyarakat Jawa: Antara tradisi dan hukum positif. Jurnal Kebudayaan dan Hukum, 8(2), 112-125.

Aziz, A. G. P., & Pratiwi, Y. (2025). Mitologi jiwa dalam prosa fiksi Indonesia. Jagat Litera.

Cristina, J., & Manalu, I. (2025). Problematika pembuktian alat bukti non-empiris dalam KUHAP. Jurnal Penegakan Hukum Pidana, 6(1), 45-58.

Dahlan, M. G., Puluhulawa, F. U., & Puluhulawa, I. (2026). Analisis kepastian hukum dan perumusan norma Pasal 252 KUHP baru. Jurnal Ilmu Hukum Novelty, 17(1), 88-102.

Dianti, F. (2024). Penerapan negatief wettelijk bewijstheorie dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Jurnal Hukum Acara Pidana, 12(2), 201-215.

Fahriansyah, F. (2026). Analisis Pasal 252 KUHP Nasional terhadap proses pembuktian tindak pidana ketertiban umum kekuatan gaib (Skripsi/Laporan Penelitian). Repository Universitas Bangka Belitung.

Hadi, M. D., Thalib, H., & Qamar, N. (2025). Penerapan asas beyond reasonable doubt dalam pembuktian perkara pidana. Jurnal Analisis Hukum, 8(1), 34-49.

Hiariej, E. O. S. (2012). Asas legalitas dan penemuan hukum dalam hukum pidana. Erlangga.

Kasidin, S. (2021). Peran keterangan ahli medis dalam pembuktian perkara pidana. Jurnal Kedokteran Forensik dan Hukum, 5(2), 90-104.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Kusairi, L. (2015). Cultural violence, political violence: Chronology and theories of sorcerer's killings in Banyuwangi 1998-1999. Journal of Indonesian History, 4(1), 22-31.

Lamintang, P. A. F. (2011). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Citra Aditya Bakti.

Liemanto, A., et al. (2026). Polemik pasal santet, peneliti UGM kaji potensi kriminalisasi Jro Balian akibat Pasal 252 KUHP Nasional. Universitas Gadjah Mada / Hukumonline.

Lutfi, A., Bima, M. R., & Arief, M. (2026). Dilema pembuktian delik supranatural: Tantangan yuridis pembuktian tindak pidana santet dalam KUHP Nasional. LEGAL DIALOGICA: Jurnal FH UMI, 8(1), 101-115.

Martani. (2025). Relevansi adequate theorie dalam pembuktian hubungan kausalitas hukum pidana modern. Jurnal Doktrin Hukum, 14(1), 77-92.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Mundzir, C., Umari, A. C., Helpina, H., Kaswangi, A., & Renaldi, R. (2021). Mitos, tradisi, dan mistisisme dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Jurnal Antropologi Sosial-Budaya, 9(2), 140-155.

Mustakim, R., Natsir, N. I., & Abadi, T. (2026). Konstruksi delik formil dalam perundang-undangan pidana Indonesia. Jurnal Riset Hukum Pidana, 4(1), 50-65.

Opit, S. E., & Frans, M. P. (2025). Proving securities trading fraud in capital market crimes. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 54-69.

Rasiwan, I. (2026). Sistem peradilan pidana menurut KUHP baru: Mengurai paradigma dan asas keseimbangan. AMU Press.

Salwani, D., Suardi, et al. (2026). Keterbatasan alat bukti empiris dalam pembuktian delik mistis. Jurnal Pembaharuan Hukum, 13(1), 112-126.

Satiri, I. (2021). Sinkretisme dan persepsi gaib dalam tradisi masyarakat Jawa. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 83-96.

Setianingsih, P. (2026). Politik hukum pidana terhadap dukun santet dalam hukum pidana di Indonesia perspektif siyāsah dusturiyah (Skripsi). UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto.

Syahruddin, A. (2025). Potensi rekayasa kesaksian dalam pembuktian delik deklaratif. Jurnal Hukum Peradilan, 11(2), 178-192.

Tarias, R. (2023). Pergeseran penyelesaian konflik kultural ke arah aksi eigenrichting di Jawa Timur. Jurnal Sosiologi Hukum, 7(2), 205-220.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.

Wajdi, F. (2019). Klasifikasi delik formil dan materiil dalam pembaharuan KUHP. Jurnal Penafsiran Hukum, 3(2), 119-132.

Widodo, S. (2021). Pembaharuan hukum pidana di Indonesia. UII Press.

Yunanto, S., & Damayanti, A. (2021). Dinamika kekerasan massa dan fenomena provokator dalam peristiwa Banyuwangi 1998. Jurnal Konflik dan Keamanan, 6(1), 40-55.

Downloads

Published

2026-10-20

How to Cite

Pardianto, Permadhi, P. L. O. ., Artajaya, I. W. E. ., Udytama, I. W. W. W. ., & Sudirga, I. M. . (2026). Problematika Mistisisme Jawa dan Praktik Supranatural dalam Pembuktian Delik Spiritual. Javano Islamicus, 4(2), 64–79. https://doi.org/10.15642/Javano.2026.4.2.64-79

Issue

Section

Articles