Studi Literatur Stimulasi Peningkatan Hasil Belajar PAI dan Budi Pekerti Melalui Penerapan Pendekatan Sosio Emosional Pada Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.15642/joies.2025.10.1.25-48Abstract
Artikel ini akan menjelaskan tentang pembelajaran sosial emosional yang diberikan guru kepada peserta didik masih kurang beragam dan kurang efektif. Padahal sosial emosional mempengaruhi peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui penerapan pendekatan sosio emosional pada peserta didik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan konsep pendekatan sosio emosional, ciri-ciri pendekatan sosio emosional, Langkah-langkah penerapan pendekatan sosio emosional dan hasil belajar serta fakor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar PAI dan Budi Pekerti dengan menerapkan pendekatan sosio emosional pada masa ini dapat melalui melibatkan diri secara pribadi dengan peserta didik, memberi penjelasan mengenai perilaku siswa, tulus dalam menyatakan perasaan yang sebenarnya untuk meningkatkan pengertian peserta didik, usahakan memberikan penjelasan yang singkat dan mudah dipahami untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik, berikan pujian yang bersifat menghargai, dan lain-lain. Peserta didik akan sangat antusias dan berinteraksi aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pendekatan sosio emosional ini dapat memberikan stimulus yang baik terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu, tanpa sengaja, kerja sama terbangun antara guru dan peserta didik dalam menjaga kondisi yang kondusif saat pembelajaran berlangsung.
Downloads
References
A., Cohen, J., Guffey, S., & HigginsD’Alessandro, A. Thapa, A review of school climate research (Review of Educational Research, 83(3), 2013).
A., Mrazek, P., Carnine, D. W., & Flay, B. R. Biglan, The integration of research and practice in the prevention of youth problem behaviors (American Psychologist, 58, 2003).
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran: Pendidikan Agama Islam (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012).
Agus Suprijono, Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAIKEM (Yagyakarta: Pustaka Pelajar, 2009).
Ahmad Rohani, Pedoman Penyelenggara Administrasi Pendidikan di Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara, 1991).
Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Jakarta: Prenadamedia Group, 2013).
Ahmad Taufik, “Analisis Karakteristik Peserta Didik,” EL-Ghiroh 16, no. 01 (25 Februari 2019).
Amalia Maulida, ‘Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kerukunan Beragama Negeri Cendono Dawe Kudus’, 2020.
Anthiny Dio Martin, Smart Emotion: Volume 1: Membangun Kecerdasan Emosi (Cet. III, Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Uatama 2007).
Arief Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.
Asis Saefuddin, Pembelajaran Efektif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014).
B., Kress, J. S., & Elias, M. J. Novick, Building learning communities with character: How to integrate academic, social, and emotional learning (Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development, 2002).
B.R. Hergenhann Matthew H. Olson Theories of Learning (Cet.VII; Jakarta: Kencana 2010).
C., Harimukhti, M. T., Kusma, O. D., Yo, R., Sari, T. S., Ika, Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).
D., Gil, L., Cross, R., Keister, S., Domitrovich, C. E., & Weissberg, R. P. Meyers, CASEL guide for schoolwide social and emotional learning (Chicago: Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning, in press).
Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, Terj. T. Hermaya (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1998).
Defi Sulistiyorini and Yasin Nurfalah, ‘Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Kegiatan Dewan Jama’ah Mushola (DJM) Di SMK PGRI 2 Kota Kediri’, Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 2.1 (2019).
Depdiknas, Bunga Ramapi Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (SMA, SMK dan SLB), (Jakarta: Depdiknas, 2006).
Dimyati, Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran,(Jakarta: Rhineka Cipta, 2002).
Dt. Dimyati, Belajar dan Pembelajaran (Cet. II; Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001).
E. Usman Effendi, Juhaya S. Praja S. Praja, Pengantar Psikologi,(Bandung: Angkasa 1989).
EM Zul Fajri & Ratu Aprilia Senja, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,(Jakarta: Difa Publiser).
Ening Herniti, ‘Bahasa Seksis Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia’, Adabiyyāt: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 12.1 (2013).
Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008).
Ilin Nurhamida, “Problematika Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik,” Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS 3, no. 1 (30 April 2018).
Indra Kusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1973).
James P. Dictionary of Psychology, terj. Kartini Kartono, Kamus Lengkap Psikologi, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011)h. 165. (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011).
Jamil Suprihatiningrum, Strategi Pembelajaran Teori & Aplikasi (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013).
Jeane Seagel, Melejitkan Kepekaan Emosional; Cara Baru-Praktis Untuk Menyandanggunakan Potensi Insting dan Kekuatan Emosi Anda, terjemahandari Raising Your Emotional Intelligence, terj. Ary Nilandari (Cet. II, Bandung: Kaifa, 2001).
M. A., Patti, J., Stern, R., Rivers, S. E., Elbertson, N., Chisholm, C., et al- Brackett, A sustainable, skill-based model to building emotionally literate schools. In R. Thompson, M. Hughes, & J. B. Terrell (Eds.), Handbook of developing emotional and social intelligence: Best practices, case studies, and tools (New York, NY: Wiley, 2009).
M. Darwis Hude, Emosi: Penjelajahan Religio-Psikologis tentang Emosi Manusia di dalam val Quran(Jakarta: Gelora Aksara Pratama, 2006).
M. J. et al-Elias, Handbook of Social Emotional Learning: Research and Practice. Guilford Publications, 2015).
Martin Woodhead, “Changing Perspectives on Early Childhood:Theory, Research and Policy,” dalam International Journal of Equity and Innovation in Early Childhood, 4 (2), (2006).
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar ( Bandung: Rosda Karya, 2004).
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990).
Novan Ardy Wiyani, Manajemen Kelas: Teori dan Aplikasi untuk Menciptakan Kelas yang Kondusif (Jakarta: Ar-Ruzz Media, 2013).
Nur Cholid, Menjadi Guru Profesional (Semarang: CV Presisi Cipta Media, 2021).
P. A., & Greenberg, M. T. Jennings, The prosocial classroom: Teacher social and emotional (2009).
R. E., Vogt, T. M., & Boles, S. M. Glasgow, Evaluating the public health impact of health promotion interventions: The RE-AIM framework (American Journal of Public Health, 89, 1999).
Ramayulis, Psikologi Agama (Jakarta: Kalam Mulia, 2007).
Samrin, “Pendidikan Agama dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia,” Jurnal Al-Ta’dib, 1 (Januari-Juni, 2015).
Siti Bariroh, “Analisis Pengaruh Kedisiplinan Kerja Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Sma Negeri Bumiayu Kabupaten Brebes,” Jurnal Kependidikan 3, no. 2 (17 Februari 2017).
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Cet. V; Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010).
Sobry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran,(Bandung: Prospect, 2009).
Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 1993).
Sumadi Suryabrata,Psikologi Kepribadian. (Jakarta: Rajawali Press, 2006).
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar.
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar(Jakarta: PT. Rineka Citpa, 2008).
Tin Indrawati, Makalah Penerapan Pendekatan Sosio Emosional Guru dalam Pengelolaan Kelas Sekolah Dasar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arista Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




